Kamis, 18 September 2014

Permaculture, Wisata Alam dan Pertanian Yogyakarta



Bissmillahirrahmanirrahim.
Kegiatan wisata atau sekedar jalan-jalan bagi sebagian orang merupakan hobi yang tidak pernah bisa ditinggalkan. Sekedar melepas penat dari padatnya pekerjaan sesekali perlu kita lakukan. Entah itu berjalan santai di pagi hari, atau sampai travelling ke tempat jauh mendaki bukit untuk menghirup udara segarnya dan menikmati panorama alam yang jarang kita temui di daerah perkotaan.
Yogyakarta mungkin tempat yang tepat untuk wisata alam dan mengunjungi tempat-tempat yang menyenangkan untuk rekreasi. Disini berbagai tempat-tempat wisata disajikan mulai dari wisata sejarah, alam, dan kuliner. Bahkan untuk memenuhi keinginan untuk me-recharge kembali ruhiyah dan ilmu agama, banyak cara untuk mengunjungi tempat wisata spiritual seperti dengan mengunjungi masjid-masjid yang ada di kota Yogyakarta ini. Di kampus kita ini juga ada masjid-masjid sebagai tempat menimba ilmu, tempatnya kajian-kajian islami, juga masjid yang memiliki nilai historis seperti Masjid Kampus UGM dan Masjid Mardliyyah. Tentu sejarah berdirinya masjid-masjid ini akan sangat menarik untuk kita ketahui.
Di tulisan ini saya tidak akan membahas panjang kali lebar tentang masjid.hehe. Yang akan saya bahas dalam tulisan mengenai wisata di  Yogyakarta kali ini adalah wisata alam yang bertempat di Imogiri, yaitu Wisata Alam Permakultur. Ada yang tahu atau pernah mendengar tentang Permakultur?


Permakultur (permanen agrikultur) berarti pengelolaan pertanian dan peternakan yang meningkatkan kualitas lahan, memberikan hasil dan pendapatan, dan tetap berkelanjutan hingga ke masa depan. Intinya Permakultur membantu kita untuk memahami dan menciptakan integrasi yang harmonis antara alam dan manusia dengan cara-cara yang berkelanjutan.
Permakultur ini telah diterapkan di daerah Imogiri yang dikelola oleh Bumi Langit Institute. Bumi Langit berlokasi tidak jauh dari makam Raja-raja Mataram Imogiri di lereng timur kota Yogyakarta yang menjadi awal dari hamparan perbukitan Gunung Kidul. Pada ketinggian 280 m dpl, permukiman ini  terbuka pada keindahan hamparan dataran rendah Yogyakarta dengan garis laut di Selatan dan 4 gunung di Utara (Sindoro, Sumbing, Merbabu dan Merapi). Diapit ditengah kawasan hutan milik Universitas Gajah Mada dan ladang pertanian masyarakat sekitar menjadikannya sebuah pemandangan indah yang nyaris sempurna. Bumi Langit melakukan pendekatan yang arif dengan nilai-nilai yang berazaskan kerja sama antara manusia dengan alam dalam menata sarana-sarana kehidupan (permukiman dan sarana kehidupan lainnya). Menggunakan bahan-bahan bangunan dari sumber-sumber yang sustainable dan kearifan arsitektur tradisional, semua ini melahirkan suasana yang indah dan ketersambungan antara karya manusia dan alam.
Di tempat ini juga disediakan pilihan paket pelatihan yang bisa anda ikuti sebagai sarana belajar mengembangkan diri dengan trainer bertaraf nasional dan internasional, dengan metoda kesatuan antara konsep dan laku keseharian. Pertanian dan perternakan adalah sebuah elemen yang amat penting dalam mata rantai kehidupan manusia. Niat dan cara yang benar dalam melakukannya akan menjadi penentu kwalitas kehidupan kita secara keseluruhan sebagai manusia, disini Bumi Langit  mengembangkan budidaya pertanian, dan peternakan alami/organik yang akan amat bermanfaat bagi pembekalan mahasiswa KKN, para pegiat masyarakat, dan pihak-pihak yang berminat berusaha dan memahami makna dan manfaat pertanian/perternakan alami.
Salah satu tragedi kehidupan bangsa adalah ketergantungannya pada sumber karbohidrat import (tepung gandum) mereka mengembangkan makanan-makanan sehat berbahan karbohidrat lokal, semua ini bermanfaat sebagai sarana belajar dan pengembangan kesadaran akan kesehatan, dan akan menjadi menu selama kalian berada di Bumi Langit.
Tanggung jawab dalam mengurangi kerusakan bumi karena pengunaan energi bersumber pada bahan bakar fosil menjadi dasar dari pengembangkan sumber sumber energi terbarukan seperti dari biogas, matahari dll. Ini dapat digunakan sebagai sarana pelatihan, konsultasi dan menjadi dasar perenungan dalam aktivitas sehari-hari. Di Bumi Langit inilah tempat dimana aktifitas kerajinan dipulihkan kedudukannya sebagai aktifitas kreatif dikerjakan dalam suasana hati bahagia. Semua mengutamakan pengunaan bahan-bahan dari lingkungan sekitar yang dalam pengolahannya tidak menimbulkan limbah (kerajinan batok kelapa, anyaman bambu dan kulit nabati).
Bumi langit juga menyediakan sarana perpustakaan tentang spiritualisme (Islam pada khususnya); teknologi tepat guna; pertanian organik; kesehatan; seni; kriya baik dalam bentuk media cetak atau elektronik yang amat diperlukan sebagai sarana pembelajaran.
Dikarenakan semua ini Bumi Langit amat cocok dipakai sebagai sarana tempat bagi kita secara perorangan atau kelompok untuk mengundurkan diri dari hirup pikuknya kehidupan sehari-hari dan mengisi kembali energi kehidupan ini dengan sumber-sumber yang lebih murni dan terberkahkan.
Nah, tertarik untuk berkunjung. Penulis sarankan untuk datang membawa serta teman-teman karena wisata permakultur ini tidak hanya menyenangkan tapi juga ilmu bertambah. Mau tahu lebih banyak tentang permakultur, kalian bisa juga cek videonya disini: http://www.youtube.com/watch?v=pkra-MeN_lM .  Selamat datang di Jogja Mahasiswa Baru Fakultas Pertanian UGM!

Oleh: Andri Septian
          13195

1 komentar:

  1. Nama : Vanska Nozelle Hermanto
    NIM : 13384
    Golongan : A1.2
    Kelompok : 8 (Delapan)

    A. Dalam artikel di atas terdapat nilai penyuluhan antara lain :
    •Sumber teknologi / ide :
    ide yang terdapat pada artikel di atas adalah permakultur (permanen agrikultur). Permanen agrikultur adalah pengelolaan pertanian dan peternakan yang meningkatkan kualitas lahan, memberikan hasil dan pendapatan, dan tetap berkelanjutan hingga ke masa depan.

    •Sasaran :
    Sasaran tersebut bisa sasaran langsung dan tidak langsung. Sasaran langsung bisa ditujukan ke petani dan keluarganya, agar mereka ikut serta mengelola pertanian serta peternakan dengan sekreatif mereka. Sedangkan sasaran tidak langsung bisa ditujukan pada sebuah instansi yang dapat mengelola permakultur agar tetap menjadi destinasi wisata yang baik, dalam artikel tersebut instansi yang mengelola adalah Bumi Langit Institut.

    •Manfaat :
    Manfaat adanya ide permakultur adalah meningkatkan kualitas lahan, memberikan hasil dan pendapatan, dapat membantu kita untuk memahami dan menciptakan integrasi yang harmonis antara alam dan manusia dengan cara-cara yang berkelanjutan, dan merupakan tempat agrowisata.

    •Nilai Pendidikan:
    Permakultur di Imogiri ini merupakan tempat agrowisata, sehingga tempat ini dapat dikunjungi oleh wisatawan, mahasiswa KKN, para pegiat masyarakat, dan pihak-pihak yang berminat berusaha dan memahami makna dan manfaat pertanian/perternakan alami, sehingga permakultur ini dapat dikembangkan menjadi lebih baik lagi.

    B. Nilai berita yang terkandung dalam artikel antara lain :
    • Timeline :
    Berita tersebut merupakan berita baru,karena banyak masyarakat luar yogyakarta yang sebelumnya tidak tahu mengenai permakultur di Imogiri.

    • Proximity :
    Berita tersebut dekat dengan petani, karena wilayah agrowisata tersebut tidak lepas dari peran petani dan peternak, untuk menunjang keindahannya.

    • Importance :
    Berita tersebut penting bagi petani, karena dengan adanya permakultur membuat petani menjadi lebih kreatif dan tekun untuk merawat dan menjaga keindahan, mengingat tempat tersebut merupakan tempat wisata.

    • Policy :
    Berita tersebut selaras dengan kebijakan instansi, karena dalam permakultur di Imogiri ini dikelola oleh Bumi Langit Institute, dimana kerjasama antara Bumi Langit Institute dengan petani dan peternak selaras.

    • Human Interest :
    Berita tersebut membuat pembaca menjadi tertarik untuk mengerti apa itu permakultur.

    BalasHapus